Ayam Geprek Pendekar, Sajian Nikmat Harga Merakyat

October 01, 2018


EAT AND CULINARY DIARY

AYAM GEPREK PENDEKAR
SAJIAN NIKMAT HARGA MERAKYAT

Hari ini (01/09/2018), aku dan shinta, makan siang di Ayam Geprek Pendekar.
KAWAN RANSEL sudah pernah dengar namanya???


Kuliner ayam geprek ini konon berasal dari Kota Jogja, kini eksistensinya kian populer dan bisa ditemukan di kota mana aja di Indonesia. Salah satu tempat makan yang menyajikan ayam geprek di Kota Jogja, adalah gerai bernama AYAM GEPREK PENDEKAR. Lokasinya ada di seputaran Kampus Sekolah Tinggi Teknologi Adisucipto, pasnya ada di Jl. Maguwo, Karangbendo, Banguntapan, Bantul, DIY. Gerai AYAM GEPREK PENDEKAR bisa diakses dari Jogja Expo Center (JEC), melajulah ke arah timur melewati simpang 4 ringroad, menuju Jl. Maguwo. Lurus saja sampai melewati tikungan, sekitar 50 meter setelahnya, akan ketemu gerainya di sisi kiri jalan. Tenang saja, ada papan penunjuk berukuran cukup besar dengan warna merah mencolok.

Untuk menuju ke sana, KAWAN RANSEL juga bisa mengandalkan peta online lho, supaya nggak nyasar. Sekalian aku lampirkan petanya, nih...

[ Map ]


Sebelumnya, aku sendiri, ‒dan shinta, cukup sering makan siang di Gerai Ayam Geprek Pendekar, karena lokasinya cukup terjangkau dari kantor kami. Ada beberapa menu yang jadi favoritku, makanya ulasan tempat ini aku tulis di blog... Sebelum bahas menu kesukaanku, tengok dulu yuk menu-menu yang ditawarkan...

Menu utama di gerai Ayam Geprek Pendekar tentu ayam geprek, ‒ayam berbalut tepung yang dioreng crispy, lalu digeprek (dimemarkan) bersama dengan racikan sambal bawang mentah hingga ayam menjadi sedikit hancur, membuat sensasi unik, cita rasa ayam pun menjadi lebih nikmat. Di gerai ini, level kepedasan ditawarkan sampai level 5. Selain ayam geprek, AYAM GEPREK PENDEKAR menyajikan olahan ayam lain yaitu ayam goreng dan ayam bakar. Ada juga menu lele dan nila, juga bisa diolah goreng maupun bakar. Ada juga sambel belut, tapi ini mah jarang ada. Bandrol aneka menu ini bervariasi, mulai dari Rp. 8.000,- sudah termasuk lalapan dalam porsi kecil (potongan kol, timun, daun kemangi, dan sambal matang). Baik ayam geprek, ayam/lele/nila goreng maupun bakar rasanya enak, gurih. Hanya satu minusnya, potongan ayamnya kecil-kecil...

Menu lain yang patut dicoba ada tahu, telur, tempe, terong goreng, terong crispy, jamur crispy, dan cah kangkung. Harganya dibandrol mulai Rp. 3.500,-. Tiap pesan menu-menu itu, sudah termasuk sambal mateng ya. Harga yang disebutkan tadi belum termasuk nasi, seporsi nasi dibandrol Rp. 3.000,-.


Menu ayam geprek, ayam goreng, ayam bakar, atau lele, nila... semuanya enak dan menjadi menu favorit bagi pengunjungnya. Agak beda denganku, saat makan di AYAM GEPREK PENDEKAR justru jarang benget pesen menu ayam/lele/nila, kecuali dulu pas awal-awal ya. Nah, sejak pertama kali pesan terong crispy dan cah kangkung, selanjutnya dua menu itu jadi favorit kalo’ jajan di sini (baca: se-la-lu dipesan). Dan setelah itu pun jarang banget ganti menu...

So, Kenapa terong crispy dan cah kangkung jadi menu favorit???

Karenaaa... potongan terong crispy lebih tebal dari terong crispy gerai sebelah. Udah gitu, porsinya juga banyaakkk, hampir dua kali lipatnya gerai sebelah. Harganya kalo’ nggak salah sama kok... Dan yang nggak kalah penting adalah, rasanya enak gurih, dan teksturnya pun beneran crispy, kriuk-kriuk. Seporsi terong crispy AYAM GEPREK PENDEKAR disajikan dengan sambal matang yang rasanya juga enak dan khas. Di lidahku, ‒yang kurang tahan pedas, rasa sambalnya udah lumayan pedas tuh... Terong crispy dibandrol Rp. 4.000,-.

Baca Juga :

Cah Kangkung ala AYAM GEPREK PENDEKAR menurutku juga beda, selalu disajikan fresh! Kangkung dimasak dengan bumbu ala masakan rumah, pakai banyak bawang dan cabai. Jadi rasanya segar, sekaligus pedas, ‒bagiku rasanya cukup pedas. Cah Kangkung disajikan dengan kuah melimpah... Porsinya juga lebih banyak daripada gerai sebelah. Dan yang paling aku suka adalah, proses pemasakannya cepat menggunakan api besar. Hasilnya cah kangkungnya matang tapi tekstur kangkungnya tetap crunchy, kriuk-kriuk gitu...

Dan warna kangkungnya masih hijau mentereng, kelihatan banget kalo’ masih fresh. Saat disajikan pun masih panas, jadi tambah mantap... Penyajian semua menu di AYAM GEPREK PENDEKAR menggunakan piring anyaman rotan yang diberi alas kertas minyak berwarna coklat, ‒termasuk cah kangkungnya (ditambah sendok untuk mengambil sayurnya). Harga Cah Kangkung seporsinya dibandrol Rp. 5.000,-


PS :
Untuk menu ayam gepreknya rasanya biasa aja sih kayak ayam geprek yang terkenal itu.
Jadi fotonya nggak usah ditampilkan yaa...

Untuk minumannya hanya ada tiga pilihan, es atau wedang teh atau jeruk *ini mah minuman wajib yang harus ada di warung tenda sampai restoran bintang lima. Bandrol harga es/wedang teh Rp. 2.000,-, es/wedang jeruk Rp. 3.000,-. Satu minuman lagi yang tersedia yaitu susu milo, bisa disajikan dingin atau hangat. Kalau aku jajan di sini habisnya nggak lebih dari Rp. 15.000,-, lumayan merakyat kan harganya...

Warung sederhana ini menempati sebuah bangunan semacam bangunan joglo, tempat memasaknya ada di bagian depan. Ada tempat makan dengan meja dan kursi, tersedia 5 meja, dan tiap-tiap meja bisa ditempat 6 sampai 8 orang. Ada pula tempat makan lesehan, kira-kira tersedia 6 meja kecil untuk makan lesehan. Ada dua washtafel untuk tempat cuci tangan, fasilitas lainnya ada toilet dan mushola.


Sehari-harinya, AYAM GEPREK PENDEKAR terlihat tidak terlalu ramai, tapi pengunjungnya ajeg aja. Biasanya sih yang datang karyawan, atau rombongan keluarga. Karyawan yang bekerja di sini nggak banyak, cuma 3 – 4 orang. Jadi pelayanannya terkesan lama, apalagi kalo’ pas jam makan siang dan banyak pengunjungnya... Tapi karena udah terlanjur cinta sama terong crispy dan cah kangkungnya, ya tetap sabar sampai tiba saatnya dilayani... Maklum aja soalnya karyawannya nggak banyak, tapi aku yakin mereka berusaha cepat. Jadi jangan hutjat mereka kalau pelayanannya lama yaa...

Pas makan di AYAM GEPREK PENDEKAR tuh rasanya semilir, karena di bagian depan dan belakang ada beberapa pohon talok yang besar. Di samping warung masih berupa lahan kosong, belum ada bangunan. Selain itu didukung dengan gaya bangunannya... Tempat parkir yang tersedia hanya ada di bagian depan, cukup luas untuk ditempati belasan motor dan dua mobil. Tapi sayangnya selalu ada pengunjung yang parkirnya berantakan. Tapi biaya parkir kendaraan di sini free, alias gretong, alias ge-ra-tis...


Sampai sekarang, bagiku tempat makan ini jadi salah satu yang favorit. Berkali-kali datang, tapi belum bosan juga... Karena enak, murah, dan dekat, tempatnya pun nyaman... Mudah-mudahan cita rasa masakannya bertahan seperti juara, nggak ada penurunan, kalo' bisa semakin ditingkatkan... Semoga warung ini langgeng, karena kalau tutup, sebagai penggemar sejati tentu aku bakal patah hati... KAWAN RANSEL tertarik makan di sini??? Lansung aja agendakan, ikuti peta petunjuknya... Atau, sekali-kali, kita janjian makan siang bareng di sini... yukkk...

‒ Teks & Foto oleh : NISYA RIFIANI / Oktober 2018 ‒
:: Don’t copy any materials in this blog without permission ::



You Might Also Like

14 comments

  1. demi apa baca ini jam 1 malam dan lapar.
    sayangnya sekarang ku sudah nan jauh di utara, untuk menyebrang ke daerah situ aja berasa so far away

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maap blognya isinya makan-makan mulu, maklum bisanya makan, wkwkwk... Kalo' ke selatan ke sini aja, karo mbak ayun ternyata sok mrene jugak... :D

      Delete
  2. Aku juga sering makan siang di sini, tapi kok kita nggak pernah ketemu, ya? Cah kangkung sama terong crispynya emang favorit banget di sini, tapi harus sabar nunggu, kadang lamaa banget masaknya. Btw, ada rekomendasi tempat makan siang lagi nggak di seputar Baturetno? Kadang mati gaya mau maksi di mana, ujung-ujungnya nge-GoFood.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, iyakah, ayo kapan-kapan barengan yok... Asyique~ suka juga ama terong crispy ama cah kangkungnya... Ho'oh, sekitar tempat kita ya kui-kui wae jeung... ^^ Kalo' ada yang baru dan menarik, tak tulis di sini kok...

      Delete
  3. Naaah agak keselatan dikit ya dari tempat kami tinggal, ning yo tetep uwadoooh e wkwkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bapak tinggalnya dimana sih pak? Bukanya daerah patangpuluhan ya? *dih, sok tau... :D

      Delete
  4. Wah mbbak jadi kencot saya, baca pas jam makan siang nih. Btw, itu penampakan ayam gepreknya kok ga ada, biasanya kan ayam geprek itu ayam digeprek dengan sambel.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yee, salah jam baca tuh, wkwk..
      Udah pernah pesen ayam geprek tapi rasanya biasa aja. Malah kepincut terong crispy dan cah kangkung...

      Delete
  5. Mendadak lapar mbak. Ini harganya terjangkau bgt ya, aku beli cah kangkung di abang2 pecel lele pinggir jalan aja 8rb, jkt.

    ursula-meta.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya terjangkau, tapi ini di jogja lho kak (jangan dibandingin, hehehe). Di jogja, kalau beli sayur di warung ramesan bisa lebih murah..

      Delete
  6. Slama ini nyobain ayam geprek di jakarta, rasa cendrung sama srmua. Yg bedain sambalnya dan menu lain yg tersedia. Krn aku suka terong, jd ngebayangin terong crispy di warung ini jd kepengin sih :D. Bisa2 ayamnya ga kupesen juga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klo ayam geprek kayaknya hampir semua rasanya sama deh. Wah penggemar terong juga?? Sama dong mb, makanya kalau di sini terong cispynya favorit bgt, dibanding tempat lain kadang enggak "niat" gt bikinnya, hehehe

      Delete
  7. Kayaknya pernah ke sana deh.

    ReplyDelete

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe