Bong Kopitown Jogja, Restoran Ala Penjara Hongkong 1967

September 27, 2019



Bagi kamu yang suka menjelajah Kedai Kopi di Jogja, mungkin nama kopitown satu ini sudah familiar di telingamu, yaitu BONG KOPITOWN JOGJA. Kopitown ini terletak di Jl. Sagan No. 4 Terban, Gondokusuman, Kota Jogja, lokasinya ada di tengah kota. Barangkali Bong Kopitown Jogja sudah menarik perhatian para penggemar kopi dan kedai kopi sejak dalam pikiran. Bukan, maksudnya sejak pertama kali mereka memperkenalkan konsep uniknya kepada publik. Gimana nggak unik, coba?! Bong Kopitown Jogja mengusung tema “Penjara Ala Hongkong Tahun 1967”. Wah~ jadi penasaran nih gimana rasanya makan di tempat bernuansa penjara??? Yuk, simak ceritaku makan dan nongki di BONG KOPITOWN JOGJA.

#

EAT AND CULINARY
JOGJA!

BONG KOPITOWN JOGJA

RESTORAN ALA PENJARA HONGKONG 1967


Ada yang khas dari BONG KOPITOWN JOGJA. Resto ini mengusung konsep “Penjara Ala Hongkong Tahun 1967”. Pokoknya ala-ala penjara menghiasi desain restoran secara keseluruhan. Mulai dari desain eksterior dan interior restoran, sampai waiter dan waitress-nya pun memakai kostum ala narapidana, tapi desain fashion-nya unyu-unyu gemash  gitu... Sebelum buka di Kota Jogja, Bong Kopitown lebih dulu buka di Jakarta, dengan konsep penjara juga. Nama restoran ini sesuai dengan pendirinya, Bong Candra, ‒seorang motivator sekaligus pebisnis populer di Indonesia. Konon, Restoran “Bong” merupakan restoran penjara pertama dan satu-satunya di Indonesia *tapi restonya ada dua, di Jakarta dan Jogja ^^

Papan permanen sebagai penanda restoran yang ada di bagian depan tampaknya cukup menarik perhatian dan bikin orang pingin mampir. Konsep penjara sudah ketara dari bangunan bagian luar, terlihat papan nama restoran ukurannya cukup besar besar, dengan tulisan putih berlatar hitam memyambut setiap pengunjung. Dinding-dinding restoran bagian luar sengaja dibuat tinggi, dihiasi teralis besi dan kawat berduri. Visual BONG KOPITOWN JOGJA mirip dengan penjara-penjara ala coboy yang sering aku lihat di pilem-pilem ituh. Detail ini mungkin luput dari perhatian pengunjung. Tapi bagi yang memperhatikan pasti feel amaze, segitu niatnya bikin resto yang mirip dengan penjara...


“Tahun 2019, pertama kalinya aku berkunjung ke BONG KOPITOWN JOGJA (biasanya cuma lewat di depannya), padahal resto ini sudah eksis sejak 2013. Aku berkunjung ke resto ini untuk menghadiri event gathering blogger...”

Memasuki resto ini, ternyata suasananya nggak suram-suram amat. Sebelumnya aku membayangkan tempatnya gelap dan suram, desain dan ornamennya serem-serem banget dan bikin enggak nyaman waktu makan. Eh ternyata nggak gitu amat... Wqwqwq! Untungnya pas datang ke BONG KOPITOWN JOGJA, suasananya tyda sesuai ekspektasi yah ^^ Di dalam resto, ada ruangan-ruangan yang disekat dengan besi seperti sel di penjara. Kayak lagi ada di penjara beneran, men! Di bagian dalam resto ini, dindingnya juga lumayan tinggi dan pengerjaannya sengaja dibuat unfinish. Jadi teksturnya kasar dan batu batanya kelihatan. Desain ornamen di dinding-dinding bagian atas dibikin seperti deretan pintu hotel prodeo, seolah banyak ruangan. Total banget dah bikin konsep ala penjara!

Meja kursi yang digunakan sesuai konsep, ada meja bundar, ada meja kotak. Penataan ruangan di BONG KOPITOWN JOGJA terbagi menjadi empat area, yaitu area tengah-depan, area tengah-belakang, lalu ada area kanan dan area kiri. Selain disekat dengan teralis besi, ruangan juga dibedakan dengan desain lantai yang berlainan. Area tengah depan dan belakang merupakan tempat makan yang menggunakan meja-kursi. Area kanan terbagi dua, ada vip room dan area makan biasa dengan dua meja panjang. Area kiri merupakan area smooking room bergaya lesehan. Pembagian ruangan ini memudahkan pengunjung dalam memilih tempat duduk saat akan makan. Saat event berlangsung, aku dan temen-temen blogger menempati area tengah-belakang.


Cobain menu apa aja, nih???

Sederet masakan peranakan bisa kamu pilih... Waktu berkunjung ke sini, aku mencoba satu menu utama, serta beberapa snack dan dessert-nya. Ohh, yaa... ada yang menarik nih di BONG KOPITOWN JOGJA, yaitu daftar menu yang visualnya seperti sebuah koran. Eh ternyata di daftar menu itu ada kisah-kisahnya lhooo. Di halaman muka ada headline yang menceritakan kisah fiktif tentang latar belakang resto.

Dikisahkan ada dua orang sahabat, yaitu Bong dan Kim, yang terpaksa terpisah. Kim mendekam di penjara, namun karena kesetiaannya, Bong menemaninya dengan bekerja sebagai koki di penjara. Ternyata masakan yang dibuat Bong sangat enak, hingga membuat tiga buronan paling dicari menyerahkan diri. Nama buronan itu Lee, Ming, dan Ken, mereka bertiga menjadi headline pada surat kabar (atau buku menu) tersebut.

Selebihnya, buku menu berisi daftar makanan dan minuman. *Maap yak, nggak sempet motret daftar menunya... Dan daftar menunya gaboleh dibawa pulang ya!

Baca Juga :

Ini pada penasaran masakan yang aku makan nggak, sih???
Menu utama yang aku pesan adalah CHICKEN HAINAN. Aku pesan menu ini karena aku tertarik dari namanya yang sangat oriental. Di BONG KOPITOWN JOGJA, Chicken Hainan disajikan ala bento, jadi pake wadah bento persegi panjang yang ada penyekat-penyekatnya, kayak di resto ala jepang itu lhoo. Porsinya cukup mengenyangkan, menurutku... Nasi Hainan dimasak dengan rempah-rempah, disajikan bersama ayam dan telur ½ porsi.

Ketika aku coba nasi dan ayamnya, ternyata rasanya cenderung asin, walaupun sebenarnya juga gurih. Bagi orang yang nggak biasa makan makanan asin, CHICKEN HAINAN ini kelewat assinnn. Chicken Hainan disajikan dengan kuah dalam mangkuk dan dua macam saus dan sambal, tapi sambalnya nggak terlalu pedas. Kalau kamu pesan menu ini juga, jangan lupa cek di bawah tempat sambal, ternyata ada dua potong ketimun yang sembunyi di situ.


Untuk snack-nya, aku nyobain dua macam snack, yaitu rujak cireng dan pisang gulung...

Cireng disajikan dalam basket rotan dengan alas kertas, ukuran cirengnya kecil-kecil bet, dibanding cireng di tempat lain. Seporsi isinya 10 cireng, pelengkap cireng ada rujak cocol yang disajikan terpisah. Saat cireng dihidangkan masih banyak minyaknya, kayaknya kurang lama meniriskannya. Rasanya gimana? Ya rasa cireng dong~ cukup gurih, tekstur luarnya krispi, terksur dalamnya melar kayak cireng kebanyakan...

Kalo PISANG GULUNG ini semacam pisang aroma gitu lho, tapi ditambahin topping kekinian, yaitu susu kental manis cokelat dan vanila, keju parut, kacang sangrai, dan meses cokelat. Seporsi isinya lima pisang gulung yang digoreng krispi. Aku pesen minumannya biasa aja, es teh, wqwqwq...

Untuk dessert-nya, aku coba ES JADOEL BONG KOPITOWN JOGJA, ‒es potong dengan rasa cokelat yang diberi topping susu kental manis cokelat, dan diapit dengan roti tawar. Jenis es ini bukan es krim, atau es puter, apalagi gelato. Entahlah, ini seperti es biasa, tekstur esnya tidak lembut. Aku dapat potongan es yang cokelatnya banyak, YES YES YES! Rasa es krim ini manis agak gurih sedikit, mungkin menggunakan santan dalam campuran esnya.

ES JADOEL disajikan dalam loyang roti stainless dengan sendok bebek stainless. Dari segi penyajiannya, penampilan es jadul ini cocok deh sama konsep restorannya. Cuma, cuma, cuma, aku tuh kurang suka makan dengan alas loyang roti. Menurutku kurang pantas aja, lha wong zaman now ada piring atau mangkok yang lebih bagus kok, malah pake loyang roti...


Di area tengah-belakang, ada meja display yang memajang barang-barang jadoel, kayak televisi kuno, telepon kuno, mesin jahit kuno, mesin ketik kuno, dan printilan-printilan kuno lainnya yang aku pun enggak tau namanya, enggak tau fungsinya, enggak tau cara makenya gimana *LOL. Tapi bisa banget untuk properti tambahan kalau KAWAN RANSEL mau foto-foto di sana.

Toiletnya ada dua, toilet laki-laki dan toilet perempuan dibedakan. Letak toiletnya cukup tersembunyi, ada di balik ruang VIP, akses menuju ke sana melewati pintu kecil di sudut restoran. Menurutku toiletnya cukup bersih, dan toilet ini nggak luput dari dekorasi ala penjara, lho (kirain cuma toilet, terus desainnya b aja gitu). Dekorasinya dapet banget ini mah, akibatnya aku jadi nggak betah di toilet, soalnya suram ala rutan, terus seram dan remang-remang. *Tapi ya ngapain lama-lama di dalem toilet, bhambhaang... hahaha!


#


HOW TO GET THERE?

BONG KOPITOWN JOGJA
Jl. Sagan No. 4 Terban, Gondokusuman, Kota Jogja.
Hari Operasional : Setiap Hari
Jam Operasional : 10.00 – 24.00 WIB

[ Map ]


Meski lokasinya ada di tengah kota, tapi letaknya tidak di pinggir jalan utama lho, melainkan masih agak masuk ke dalam. Paling mudah mengaksesnya dari perempatan Galeria Mall, lurus terus ke utara melewati jalan one way (satu arah), sekitar 100 meter. Lalu belok kiri, ‒ke barat, lurus kira-kira sekitar 100 meter juga, BONG KOPITOWN JOGJA ada di kiri jalan. Tepatnya di seberang Lembaga Indonesia-Perancis (LIP).

#

Oke, terakhir, kita bahas tempat parkir ya...
Satu-satunya area parkir ada di bagian depan resto, ukurannya nggak terlalu besar. Parkir motor menempati sisi kiri (timur) belasan motor bisa diparkir di sana. Tempat parkir motor tidak ada peneduhnya, jadi kalau musim kemarau kena panas, musim hujan dadah kena air... Area parkir mobil juga nggak terlalu besar, hanya bisa muat sekitar empat mobil. Ada juga mobil yang terpaksa mengambil sedikit bahu jalan. So, kalau kamu mau berkunjung kemari, pertimbangkan juga kalau mau bawa kendaraan apa, mobil atau motor...

# # #

‒ Teks & Foto oleh : NISYA RIFIANI / September 2019 ‒
:: Don’t copy any materials in this blog without permission ::

You Might Also Like

18 comments

  1. Ternyata ruang dalamnya tidak seseram apa yang terlihat dari luarnya.
    Berita surat kabarnya itu kok ya lucu juga, ya namanya fiktif hehehe
    Saya penasaran banget dengan menunya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya padahal sebelumnya mbayangin dalemnya serem gitu, wqwq

      Delete
  2. makanannya kayaknya enak, lanatas apa yang bikin seram dari cafe ini ya mba?

    ReplyDelete
  3. Kesan menyeramkan dari resto ini sama sekali tidak terlihat. Justru sebaliknya, terlihat menyenangkan. Sajian makanannya juga enak-enak.

    ReplyDelete
  4. Bisa jadi referensi nih kalo nanti k jogja. Daripada makan di kaki lima yg deket malioboro, katanya suka mainin harga. Mending makan d resto yg udh pasti harga menunya hihihi nace info

    ReplyDelete
  5. Lucu tagline nya.. The happiest prisoner inthe earth, hahaha.. Yakali kalau menunya enak-enak gini semua prisonernya pasti happy yaa..
    Keren-keren destinasi kuliner sekarang, makin kreatif. Urusan makan ngga hanya memuaskan selera lidah saja, tetapi sense of creatifity juga..

    ReplyDelete
  6. Wah, klo liat menu begini, kali banyak orang yang sukarela masuk penjara. Hihi.. Happy prisoners. Kok lucu se ya. Semoga lain kali bisa nyobain menu nya.

    ReplyDelete
  7. Macam penjara ini kayanya brand identity nya Bong Kopi deh hehehe

    ReplyDelete
  8. ini macam penjara yang mengenyangkan, hihi. Iya ya tempatnya tidak segelap yang dibayangkan ketika mendengar nama penjara. Hehe

    ReplyDelete
  9. Konsepnya unik ya. Kalau ke Jogja kayaknya saya juga kudu ke sini nih. Apalagi liat menu-menunya keliatan enak gitu jadi ngiler deh, hehe

    ReplyDelete
  10. Liat foto gedung tampak luar,, dah kayak gimanaaaa gitu,, eh pas liat foto di dalamnya Cozy :)

    Padahal saya juga bayangin di dalamnya tuh kayak di sel² penjara gitu,, hehe ternyata enggak ya.

    ReplyDelete
  11. Mbaaak.. aku penasaran sama bagian dalam restonya. Sayang cuma kelihatan sedikit. Penasaran aja konsep penjara hongkongnya kayak apa.

    ReplyDelete
  12. Wah.. Lupa diet nih kalau sampai mampir ke sini mbak.. Hihi. Asyik banget tempatnya. Apalagi buat yang suka pepotoan :D

    ReplyDelete
  13. Unik dan bikin penasaran rasa kopi nya, cocok buat nyetok foto hihihi

    ReplyDelete
  14. Konsepnya memang unik ya mba tentang penjara hongkong. Rekomendasi nih kalau ke Jogja.

    ReplyDelete
  15. Bung Kopitown Jogja, konsep restorannya unik dan kreatif, cocok buat altrenatif pilihan

    ReplyDelete
  16. Konsepnya unik ya, penjara,, duh jadi mupeng ke sana. Sebelum yang di Jogja nanti melipir dulu ke Bong Kopitown di Jakarta aja. Pengin nyobain makan dengan suasana penjara.

    ReplyDelete
  17. Udah berdiri lama ya? Unik banget memang konsepnya

    ReplyDelete

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe