Menyusuri Kebun Karang Kitri Kolektif, Kebun Kalisat Jampit Afdeling Sempol

February 13, 2019


TRAVEL AND ADVENTURE
BONDOWOSO, JAWA TIMUR

MENYUSURI KEBUN KARANG KITRI KOLEKTIF

KEBUN KALISAT JAMPIT AFDELING SEMPOL

Semilir angin dan tetesan rintik hujan mengusap lembut wajahku. Jejaknya sengaja tak kuhapus, biar saja dia membasahi romanku. Sesekali kujulurkan tanganku ke luar melalui celah jendela mobil yang terbuka. Kurenggangkan jari-jariku agar bisa membelai bayu...


Aku, bersama dua rekan kerjaku, dan beberapa relawan dari yayasan tempatku bekerja, sedang berada dalam perjalanan menuju rumah pasien kami, lokasinya ada di kawasan terakhir di Kaki Gunung Ijen, yaitu di Desa Jampit, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Kawasan tersebut masih bisa dijangkau dengan menggunakan angkutan umum. Namun, para relawan yang mendampingi kami menyediakan sebuah armada ambulans untuk pergi ke sana. Jalan yang kami lalui adalah salah satu jalur menuju Gunung Ijen, namun tidak dilalui kendaraan umum. Sebelum sampai di desa terakhir, kami sempat singgah ke sebuah kebun di KEBUN KALISAT JAMPIT AFDELING SEMPOL.

Kendaraan yang kami tumpangi meluncur mulus. Kanan-kiri jalan yang kami lewati ditumbuhi pepohonan dan hutan pohon jati. Sebelum sampai ke Kebun Kalisat Jampit Afdeling Sempol, kami sempat mampir di Air Terjun Kali Pahit. Sejak memasuki kawasan Perkebunan Kopi Kebun Kalisat Jampit, medan berganti. Jalanan yang kami lalui mulai rusak, guncangan-guncangan kecil kami rasakan. Tapi selama perjalanan saya asyik menyerap segarnya udara pedesaan, menikmati suguhan pemandangan kebun kopi. Laju kendaraan melambat, kawan kami lantas memberi tahu bahwa kami hampir tiba di KEBUN KALISAT JAMPIT AFDELING SEMPOL.


KEBUN KALISAT JAMPIT  merupakan perkebunan kopi arabika yang didirikan Bangsa Belanda pada tahun 1900. Tahun-tahun berikutnya, perkebunan ini berpindah-pindah kepemilikan dan berganti-ganti nama sebanyak 7 kali. Mulai tahun 1966 hingga sekarang menyandang nama PT. Perkebunan Nusantara XII Perkebunan Kalisat Jampit. Di perkebunan ini terdapat lima afdeling (wilayah perkebunan), yaitu Afdeling Kampung Baru, Afdeling Kampung Malang, Afdeling Sempol, Afdeling Krepekan, dan Afdeling Jampit. AFDELING SEMPOL yang memiliki luas 387,94 ha terletak di Desa Sempol, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Baca Juga :

Cuaca dingin membalut perjalanan kami. Mobil ambulans yang membawa kami kemudian mulai berjalan perlahan di jalan utama Desa Sempol. Lansekap yang terlihat sungguh di luar dugaanku, bagiku pribadi sangat menarik, ‒terutama dari segi visual. Kantor dan instansi berjajar rapi, rumah-rumah sederhana berderet sepanjang jalan. Uniknya, rumah-rumah itu mengusung selera arsitektur khas yang hampir sama. Halaman depan setiap rumah warga ditanami macam-macam bunga, sayuran, buah-buahan, bahkan tanaman obat-obatan. Semuanya asri dan terawat dengan baik. Aku pun takjub menatap warna-warni kebun kecil di depan rumah mereka.



Di desa ini ada Kebun Karang Kitri Kolektif, yaitu kebun bersama yang ditanami macam-macam tanaman yang memiliki nilai ekonomis. Karang Kitri Kolektif ditanami aneka bunga dan tanaman hias, buah-buahan seperti strawberry, sayur-sayuran seperti kol, sawi, cabe, wortel, bahkan tanaman obat, seperti adhas, kunyit, penisilin, dan lan sebagainya. Tampilan Karang Kitri Kolektif begitu cantik, petak-petak tanah dan kavling-kavling tanaman ditata rapi. Dominasi warna serba hijau begitu elok dipandang. Tanaman yang dibudidayakan di kebun ini di dengan metode tanam secara organik.

Bangunan utama multifungsi berada ditengah-tengah kebun, bergaya rumah panggung yang terbuat dari kayu dan bambu. Di depan sebelah kanan bangunan utama ada bangunan lebih kecil yang digunakan untuk kegiatan Pos Pelayanan Terpadu Balita. Di depan sebelah kiri bangunan utama ada gazebo kecil yang berfungsi sebagai Pos Keamanan. Ada pondok pembibitan tanaman di bagian samping kanan bangunan utama. Di Kebun Karang Kitri Kolektif bukan hanya ada kebun saja, tetapi juga terdapat kolam ikan di bagian belakang.


Kebun Karang Kitri Kolektif mayoritas dikelola oleh ibu-ibu PKK, namun masyarakat setempat juga ikut mengelolanya. Beruntung aku sempet bertemu dan berbincang sejenak dengan salah satu pengelolanya. Aku diperbolehkan menjelajah area kebun sampai bagian belakang, syaratnya asal tidak memetik buah/bunga/sayuran maupun tanaman apa pun di sana. Pada intinya tidak boleh memetik tanaman, tidak boleh mengotori dan merusak kebun, jadi buang sampah sembarangan juga tydac boleh ya… Rupanya, saat itu, pengelolanya sedang mempersiapkan Lomba Kebun Karang Kitri Kolektif Tingkat Nasional. Terlihat beberapa orang sibuk menata kebun...

Jujur aja, saya kayak orang kota banget yang nggak pernah lihat kebun dan tanaman-tanaman itu. Pas disana, pengennya menjelajah kemana-mana, berfoto dimana-mana. Sungguh norak syekali saya, hahaha... Tapi, kebun itu memang mengundang hasrat berfoto, kok.”

Aku sangat suka menyusuri tiap-tiap petak tanah dan kavling tanaman di sana, sembari menghirup dalam-dalam kesejukan udara khas pegunungan. Udara bersih yang menyeruak masuk ke paru-paru membuat kita lebih tenang dan nyaman, meningkatkan rasa rileks, mengurangi rasa cemas. Lalu sesekali kuamati tanaman-tanaman itu lebih detil lagi, aah ternyata ada banyak tanaman yang belum pernah jumpa sebelumnya, belum kenal nama mereka. Tapi aku cukup terbantu karena setiap kavling tanaman diberi label nama tanaman. Daannn, tentu saja aku nggak melewatkan sesi foto di momen langka inih~


KEBUN KALISAT JAMPIT AFDELING SEMPOL juga terkenal dengan sentra perkebunan Kopi Arabika. Beruntung, rombongan kami sempat mencicipinya ketika bertamu ke salah satu kediaman tokoh di sana. Salah satu warga kemudian menawarkan wisata petik sendiri buah strawberry. Sayangnya, kami masih harus melanjutkan perjalanan menuju ke rumah pasien di desa selanjutnya yaitu Desa Jampit, jadi kami terpaksa menolak *padahal pengen (LOL).

Jika KAWAN RANSEL sedang menuju ke Gunung Ijen, tak ada salahnya melancong sejenak ke Kebun Karang Kitri Kolektif KEBUN KALISAT JAMPIT AFDELING SEMPOL. Tapi, ingat, jangan memetik tanaman apa pun di sana. Jangan mengotori dan merusak kebun…

NISYA RIFIANI / Januari 2019 ‒
:: Don’t copy any materials in this blog without permission ::


You Might Also Like

23 comments

  1. Sejak merantau ke Jkt, aku selalu rindu kebun dan tanaman hijau kaya gini, seskali ke bandung buat cuci mata & merasakan udara alami yg bersih, aku berasa norak banget kalau lg di kebun sayur gini hahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaa mbak.. Aku malah jarang banget ketemu kebun seperti ini, makanya aku happy banget waktu wisata ke sini...

      Delete
  2. Mungkin ibu-ibu PKK ini merawat kebunnya untuk dijadikan sebagai sumber daya ekonomi. Terlalu reguler cara mengaturnya jika hasilnya cuma untuk dipakai sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebun ini juga sering ikut lomba regional maupun nasional, waktu wisata ke sana sedang persiapan untuk ikutan lomba tingkat nasional. Makanya penataan kebun mereka rapi sekali dan bersih. Di luar itu mungkin, bisa jadi sebagai sumber daya ekonomi juga...

      Delete
  3. wah ajak2 Nis kalau jalan-jalan mau ikutan heheheeh. wah bisa metik sayuran sama buahnya niy.
    kalau mau lanjut kalau ke Ijen harus bangun pagi-pagi tuh buat liat bluefirenya hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayok atuh mbak kemana gitu. Kalo ini pas tugas kantor jadi anak2 kantor aja yang bisa ikut. Ini rencananya juga ke ijen, tapi pada minim persiapan jadinya batal deehhh

      Delete
  4. Meskipun wong ndeso, tapi saya selalu suka lihat kebuh yang hijau-hijau begini. Gak akan pernah ada bosan-bosannya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mbak, soalnya terlihat asri gitu, pengen punya kebun seperti ini di rumah.. :D

      Delete
  5. Asyiknya bisa jalan-jalan ke kebun dan menikmati udara pedesaan. Harus menahan diri untuk tidak memetik tanaman ya kalau ke sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya soalnya saat itu mau ikut lomba. Kalau mau yang petik-petik ada lahannya sendiri yang khusus wisata petik..

      Delete
  6. Aku pikir Karang Kitri tuh tanaman baru apa, ternyata tanaman yang punya nilai ekonomis toh. Btw seger tuh kayaknya ngicip stroberi yang dipetik langsung dari pohonnya ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Istilah jadul itu jarang dipake juga sih, makanya hanya sedikit yang tau.. Kalo yang di sini nggak boleh petik-petik dis, ada lahan sendiri yang khusus petik2

      Delete
  7. ke ijen ga ajak-ajak!!! huft *bebeque cuma bisa melihat postingan cempluque dengan wajah iri ala ala tokoh sinetron tahun 2000an* *zoom in zoom out*

    ini tamannya cakep ya beb, rapi gitu! kukira tempat wisata lhooo, ternyata yang mengelola malah ibu-ibu PKK dan masyarakat! penataannya apik dan ngga lebay, seneng deh liatnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Elaahhh, tugas kantor nih, kan nggak enak ajak2 temen2 blogger *mayah-mayah. Besok deh kemana yuk, tapi gosah jaoh-jaoh...

      Yup, taman bersama. Ada juga yang khusus wisata petik, tapi aku enggak kesana. Waktunya mepet, bok!

      Delete
  8. Duh asiknya. Jalan2 ke kebun dengan Aneka tanaman yang bermanfaat. Bener2 bisa nyatu sama alam ini ya mbak.

    ReplyDelete
  9. Ya ampuunn itu tanemannya nyenengin banget ya Nisy. Kebayang suhu di sana pasti dingin ya. Asik jalan2 terus ni..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emak-emak pasti suka lah jelong-jelong di kebun ini, apalagi suhunya juga dingin... iya alhamdulillah ada kesempatan ke sana... :)

      Delete
  10. Wah kaki gunung Ijen to? Enggak sekalian ke Ijen?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rencana mau ke Ijen, tapi nggak cukup waktunya, soalnya ini pun termasuk perjalanan kantor kan, mau ke rumah pasien...

      Delete

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe