Misteri di Museum Pos Indonesia Bandung, Bikin Bergidig Ngeri

February 08, 2021

 
JALAN-JALAN MEET-UP NUSANTARA #3 GOOGLE LOCAL GUIDE

BANDUNG PESONA PRIANGAN

 

MISTERI DI MUSEUM POS INDONESIA BANDUNG, BIKIN BERGIDIG NGERI

 

MUSEUM POS INDONESIA di Kota Bandung menjadi salah satu destinasi yang aku kunjungi bersama teman-teman peserta MEET-UP NUSANTARA #3 GOOGLE LOCAL GUIDES INDONESIA. Gedungnya megah berdiri di Jl. Cilaki No. 37 Kota Bandung, Jawa Barat. Lokasi ini masih berada di Kawasan Gedung Sate. Gedung ini ternyata sudah berdiri sejak zaman Hindia Belanda, tepatnya pada Tahun 1933. Sejak pertama kali lewat di depannya, aku sudah jatuh cinta karena terpesona dengan bangunannya yang akbar. Sebuah monumen berdiri tegak di bagian depan. Monumen itu merupakan Tugu Peringatan Pahlawan PTT (Pos, Telegraph, dan Telepon). Sebelum menjadi Museum Pos Indonesia, namanya memang Museum Pos, Telegraph, dan Telepon. Pada 1983, namanya berubah menjadi Museum Pos dan Giro. Pada 1995, namanya berubah lagi menjadi MUSEUM POS INDONESIA. Aku dan teman-teman peserta MUN bersiap masuk ke dalam museum. Eh, Terus aku patah hati, gaes… Ternyata letak museumnya bukan di dalam gedung megah itu, tapi di sudut gedung… Udah gitu, suasana museum tanpa penjaga itu bikin merinding disko, sungguhaannn…

 

*

 

#

 

INI DIA KOLEKSI MUSEUM POS INDONESIA

 

Aku kira, rombongan kami bakal masuk lewat pintu utama gedung megah itu. Tapi tapi tapi, ternyata yang dimaksud museum pos itu bukan seluruh gedung yang gedee ituuuhhh! *Makanya, lain kali nggak usah berekspektasi berlebihan deh ya (suara di dalam hati). Kami diarahkan ke sayap kanan gedung, dan masuk ke gedung melewati sebuah tangga besi. Menyusuri koridor ke sudut gedung yang berisi informasi-informasi seputar pos, sampai bertemu satu pintu dengan tulisan MUSEUM POS INDONESIA. Museum Pos memang berada di sudut di dalam gedung, tepatnya di pojokan, gengs! Museum Pos Indonesia ini hanya punya satu pintu, yang merupakan pintu masuk, juga pintu keluar. Pada saat kami berkunjung ke sana, tidak ada satu pun penjaga museum atau edukator museum. Mungkin karena kami datang terlalu pagi… Hmm…

 

 “Aku melangkahkan kaki masuk ke dalam museum. Sebuah replika prangko berukuran besar yang dibingkai apik menyambut setiap pengunjung yang datang. Replika prangko pertama Hindia Belanda yang diterbitkan pada 1 April 1864 dengan gambar wajah Raja Willem III dari Belanda. Prangko ini adalah prangko pertama di Indonesia, sekaligus menjadi tonggak berkembangnya pos di Indonesia.”

 

Masuk ke dalam… Owh, ternyata ada tangga turun, tapi turunnya nggak sampai satu lantai. Seperti mezzanine, mungkin bisa kita sebut semi basement. Masuk ke ruangan, suasananya langsung berbeda, cukup membuat bulu kuduk berdiri. Buat aku yang sama sekali tidak bisa “merasakan dan melihat”, ruangan ini terasa “berbeda” karena merupakan ruangan jadul, pencahayaannya tidak terlalu terang, sirkulasi udara yang kurang lancar, tapi sepertinya cukup terawat. Buat yang bisa “merasakan dan melihat”, nggak tahu, ya. Ada apa / ada siapa di situ, hihihi… Secara keseluruhan, ruangannya tidak telalu besar, bagian dalamnya ternyata seperti labirin. Dari tangga masuk-keluar, ada percabangan. Ke kanan ke arah lorong, ke kiri ke ruang pamer yang lebih luas.

 

*

 

ADA 3 BENDA KOLEKSI YANG DIBAGI DI DALAM MUSEUM INI, YAITU KOLEKSI SEJARAH, KOLEKSI FILATELI, DAN KOLEKSI PERALATAN.

 

Karena tyda ada penjaga, jadi pengunjung bebas aja mau mulai eksplorasi museum dari mana. Pertama, aku pilih ke jalan yang benar arah kanan, ke sebuah koridor tempat menyimpan KOLEKSI PERALATAN dan benda-benda pos. Ada banyak koleksi yang dipamerkan, berasal dari berbagai daerah dan berbagai tahun, sesuai dengan perkembangan pos itu sendiri. Koleksi museum ini diantaranya ada kotak pos, rak sortir, timbangan surat, timbangan paket, gerobak alat angkut pos, dan peralatan pos lainnya. Mesin stensil, mesin hitung, mesin pengikat kantong, mesin penjual prangko, dan mesin-mesin lainnya juga dapat ditemukan di museum ini. Bahkan seragam Pak Pos juga terdokumentasikan…

 

Setelah puas ekplorasi di bagian ini, alih-alih masuk ke ruangan berikutnya, aku malah kembali ke ujung koridor dan mulai menjelajahi ruangan-ruangan yang lebih besar dari situ. Museum ini memiliki beberapa ruangan, ruangan pertama menyimpan sepeda-sepeda Pak Pos. Iya! Sepeda Pak Pos yang digunakan pada zaman dahulu. Ada sepeda beroda dua merk Falter buatan tahun 1938 yang digunakan untuk mengangkut barang pos dari stasiun kereta api. Sepeda ini digunakan sekitar tahun 1950-an. Keren, ya! Sepeda-sepeda lain berjajar rapi di sana. Ruangan selanjutnya ada diorama berupa patung-patung yang menggambarkan aktivitas Pak Pos Keliling Desa, yang tengah ditunggu oleh pengemar setianya. Diorama itu dibuat berdasar sebuah foto yang dipajang di bagian atas diorama.

 

Baca Juga :

Kue Balok Khas Jawa Barat, Si Manis yang Legit Menggigit

 

Konon, semua gedung tua yang ada di dunia ini memiliki suatu misteri atau kejadian yang tidak dapat dijelaskan secara ilmiah. Hal ini juga terjadi pada MUSEUM POS INDONESIA. Salah satu cerita mistis di museum ini adalah mengenai patung-patung ini yang katanya bisa gerak sendiri meski masih siang hari. Ah, mana mungkin patung bisa gerak sendiri? Eh, kabarnya burungnya, bukan cuma patung yang bergerak, terkadang ada penampakan sosok perempuan di dekat patung, ataupun sesosok seorang pria yang sedang duduk di pintu masuk. Katanya sih mereka suka kongkow dan menampakkan diri pada pengunjung meskipun tidak penah mengganggu. Hm, beneran deh, pas ngetik ini tuh, aku tiba-tiba merinding juga… Tapi sejauh ini, nggak ada berita mengenai pengunjung yang pernah diganggu oleh sosok-sosok mahkluk di sana.

 

Meski ada rumor itu, tapi aku tetap menyempatkan foto di depan diorama, buat kenang-kenangan…

 

*

 

Ruangan berikutnya lebih besar. Di sana tempat menyimpan KOLEKSI FILATELI.

MUSEUM POS INDONESIA punya koleksi ribuan prangko yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Berbagai prangko itu dipajang di ruangan ini. Koleksi Filateli ini disusun dengan sangat rapi dalam bentuk album, dan ada juga yang disimpan dalam vitrin atau tempat memasang benda koleksi. Koleksi prangko yang disimpan dalam vitrin lacinya diberi label nama negara dan tersusun berdasarkan alfabet. Untuk melihat koleksi yang ditempatkan dalam vitrin, pengunjung harus menariknya dari lemarinya. Koleksi prangko Indonesia yang disimpan di sini berasal dari berbagai periode, mulai dari masa pra-kemerdekaan atau masa Hindia Belanda, sampai ke masa sekarang. Tak hanya prangko, Koleksi Filateli lainnya ada sampul hari pertama (SHP), carik perangko berbingkai, kartu pos, materai, surat, piagam, dan masih banyak lagi.

 

Ruangan ini menyambung dengan ruangan lainnya, sampai akhirnya menyambung dengan koridor yang aku jelajahi tadi. Selanjutnya, terdapat ruang yang memamerkan KOLEKSI SEJARAH, yaitu surat emas, surat dari berbagai raja-raja nusantara kepada para Komandan dan Jendral Belanda. Surat emas menjadi catatan sejarah perkembangan surat di tanah air. Sebelumnya, surat-surat emas ini berada di salah satu museum di Inggris. Karena memang hampir semua surat yang dipamerkan ditujukan untuk Gubernur-Jenderal Inggris Thomas Stamford Bingley Raffles. Melalui surat-surat tersebut, kita bisa melihat cara komunikasi raja-raja di nusantara dengan para penjajah. Di ruangan itu ada diorama lagi dan replika

 

Sejujurnya, selama di sana, aku sekadar melihat-lihat koleksi yang ada di sana. Tidak mempelajainya secara mendetail… Saat aku sudah menjelajahi semua ruangan di MUSEUM POS INDONESIA, rasanya nggak pengen berlama-lama di sana, deh. Lagipula, ternyata teman-teman banyak yang sudah keluar lebih dulu. Iya! Hanya sedikit teman-teman yang masih asyik di dalam. Bahkan, waktu berada di Ruang Koleksi Sejarah itu aku sendirian… SENDIRIAN! Entah kenapa kok bisa ditinggal, sih T.T Sebenernya aku nggak takut apapun, tapi karena sudah selesai menjelajah museum, aku pun segera menyusul teman-teman yang sudah keluar duluan…

 

Bagi kamu yang hobi mengoleksi prangko, alias filateli, MUSEUM POS INDONESIA ini wajib kamu kunjungi.

 

#

 

MUSEUM POS INDONESIA

Kompleks Kantor Pusat Pos Indonesia

Jl. Cilaki No. 73, Kota Bandung, Jawa Barat.

 

#

 

[ Foto5 ]

 

DESTINASI WISATA TERKENAL DI DEKAT MUSEUM POS INDONESIA

 

MUSEUM GEOLOGI BANDUNG

Museum ini adalah tempat yang tepat buat berwisata sambil belajar materi ilmu geologi, tanpa takut bosan, gaes. Karena informasi disajikan dalam visual yang menarik, dengan teknologi digital yang atraktif, yang pasti bisa memanjakan para pengunjung. Koleksi yang dimiliki MUSEUM GEOLOGI BANDUNG bukan hanya milik museum maupun negara, melainkan koleksi dunia juga.

 

Baca Selengkapnya...

(Belum selesai aku review ya, gaes. Akan aku update kalau artikelnya sudah tayang di Blog #RanselMungil)

 

GEDUNG SATE DAN MUSEUM GEDUNG SATE

MUSEUM GEDUNG SATE BANDUNG barangkali adalah museum paling keren yang pernah aku kunjungi. Museum ini merupakan smart museum yang memberikan informasi mengenai bangunan bersejarah Gedung Sate, Bandung, menggunakan teknologi digital. Museum ini disebut sebagai museum tercanggih dan museum interaktif pertama di Indonesia! Penasarannn…???

 

Baca Selengkapnya...

Menjelajah Museum Gedung Sate Bandung, Bisa Naik Sampai Menara!

 

#

 

RIFIA NISYA

Don’t copy any materials in this blog without permission

 

 


You Might Also Like

0 comments

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe